Inspiring the World

Eka Maulana, ST., MT., M.Eng

Category : Science

Getric Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TEUB) menorehkan prestasi akhir tahun di ajang Indonesia Energy Innovation Challenge 2018 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Hasanuddin pada tanggal 21-23 November 2018.

Kali ini tim yang diketuai oleh Kevin Rachman Firdaus bersama dua rekannya Ariq Kusuma Wardana dan Mohammad Mufti Fajar berhasil menjadi juara dua dengan penelitian berjudul CAPTION (Cantilever Piezoelectric Energy Harvester with Energy Bank System for Fisherman) sebagai Alternatif Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Kemaritiman. Read More…

GetricPutri Dewi Sartika - Berlatarbelakang berkurangnya energi fosil yang diprediksi habis di tahun 2030 mahasiswi Jurusan HPT-FP Universitas Brawijaya – Putri Dewi Sartika memperkenalkan Green Electric atau Getric diajang Bitgram International Exposition Of Power Electric (BIXPO) 2018, yang berlangsung (30/10 – 02/11/2018) di Gwangju, Korea Selatan.

Dibawah bimbingan  Afifuddin Latef Adijedjo SP, MSc., PhD (FP) dan Eka Maulana ST., MT., M.Eng. (FT) Putri mengatakan Getric merupakan panel surya organik yang menggunakan piranti DSSC dengan menggunakan zat warna klorofil daun Pegagan.

Daun pegagan memiliki potensi untuk menyerap foton matahari menjadi energi alternatif terbarukan.

Dalam kompetisi tersebut, Putri meraup beberapa penghargaan, antara lain Silver Medals dari BIXPO, special award dari IRAN, dan Reward Diploma dari Turki. Dia menyingkirkan hampir 20 negara peserta baik dari Iran, Korea, Turki, dan beberapa negara dari kawasan Asean , Amerika dan Afrika. Termasuk  5 delegasi dari  indonesia dari Poleteknik Negeri jakarta, Undip dan PT Petrokimia. Read More…

seminar IEEETeknik Elektro Universitas Brawijaya (TEUB) kembali mengadakan seminar dan workshop tentang Power System pada hari Kamis, 15 November 2018. Kali ini Power System Engineering and Energy Management Research Group dan IEEE UB Student Branch mengundang tiga Keynote Speaker kawakan untuk berbicara tentang Resilience of Power System. Ketiga pembicara utama itu adalah Prof. Ir. Dr. Hazlie Bin Mokhlis, Department of Electrical Engineering University of Malaya, Assoc.Prof. Ir. Hadi Suyono, dan Eka Maulana S.T., M.T., M.Eng.
Diawali dengan materi Resilience of Power System dari Prof. Ir. Dr. Hazlie Bin Mokhlis, beliau menjelaskan bahwa Resilience adalah bentuk usaha untuk mengembalikan sistem ke kondisi semula. Dalam konteks Power System, resilience dapat diaplikasikan untuk menjadi perbaikan sistem pembangkit-transmisi-beban saat terjadi bencana alam. Read More…

DELETE IoTMahasiswa Universitas Brawijaya (UB) lintas fakultas mengembangkan alat Microbial Fuel Cell yang berfungsi untuk mengubah kotoran menjadi listrik. Penelitian ini dikembangkan dalam judul DELETE (Digital Fuel Cell from Human Waste): An Alternative Way to Solve Electrical Energy Crisis by Using IOT/Internet of Things to Implement The SDGs 2030. Pada kompetisi 10th International Exhibition of Inventions and 3rd World Innovation and International Invention Forum 2018 yang diselenggarakan di Foshan, Guangzhou, China, pada 13-15 September 2018, penelitian ini memperoleh 3 penghargaan sekaligus. Read More…

J-ROID UBTim mahasiswa gabungan Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi teknologi dibidang kesehatan yakni berupa jaket yang berfungsi untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Karya ini berhasil memperoleh penghargaan berupa medali emas pada The 10th International Exhibition of Inventions (IEI) & The 3rd World Invention and Innovation Forum (WIIF) 2018 di kota Foshan, China pada tanggal 13-15 September 2018. Tidak hanya medali emas, pada kompetisi yang diikuti oleh 253 tim dari 49 negara ini mahasiswa UB memperoleh penghargaan tambahan yakni penghargaan khusus dari Thailand sebagai inovasi terbaik.

Read More…

Tim SENSORUniversitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi, kali ini dalam ajang kompetisi International Research Innovation, Invention & Solution Exposition (IRIISE 2018) yang diadakan pada tanggal 14-16 Agustus 2018 di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Tim perwakilan dari UB ini berhasil  mendapatkan penghargaan spesial berupa Silver Medal dengan inovasinya, SENSOR (Smart Energy From Milk Sortation).

Terciptanya karya tersebut dilatar belakangi oleh kurang dimanfaatkannya susu sortasi yang melimpah di daerah Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Di daerah ini susu sortasi hanya digunakan untuk kripik susu. Pengolahannya pun sangat sederhana karena hanya untuk cemilan sehari-hari sehingga dirasa kurang menguntungkan. Read More…

Teknik Eletro Universitas Brawijaya (TEUB) berkontribusi dalam pengembangan kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Dalam acara Pengembangan Ilmu dan Teknologi bertajuk Indonesia Supermoto Championship (ISC) 2018 kerjasama UB dengan Eslinore yang digelar di UB Dieng 9 September 2018, TEUB memperkenalkan  Smart Electric Vehicle (SEV).

Electric Vehicle E-Kart (Electric-Kart) TEUB SEV adalah prototype kendaraan listrik cerdas pertama dari UB yang dikembangkan oleh kelompok penelitian kendaraan listrik UB. Penelitian ini melibatkan dosen TEUB, diantaranya Waru Djuriatno, Eka Maulana, Sholeh Hadi Pramono, Wijono, Raden Arief Setyawan dan  Fakhry Hario serta beberapa mahasiswa. Read More…

Silver medalBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 2.271 bencana yang telah terjadi pada sepanjang tahun 2017. Salah satunya adalah bencana kebakaran hutan dan lahan (96 kejadian) serta banjir dan tanah longsor (67 kejadian). Wilayah Indonesia yang memiliki wilayah hutan yang luas memiliki potensi yang besar terjadinya bencana kebakaran hutan dan tanah longsor.

Berdasar dari latar belakang tersebut, dua mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya, Rizka Sisna Riyanti dan Bagas Priyo Hadi Wibowo menciptakan inovasi teknologi DESFOLA (Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide) sebuah teknologi pendeteksi potensi bencana berbasis android guna mengurangi dampak akibat kebakaran hutan dan tanah longsor. Read More…

iar-phdEra perkembangan transformasi yang semakin pesat, pelayanan pasien di fasilitas kesehatan juga mengalami transformasi yaitu dari era manual menjadi era digital. Akan tetapi, sebagian besar rumah sakit di Indonesia belum menetapkan standar dan kebijakan teknologi informasi, hal ini menyebabkan pelayanan yang terbatas. Padahal permintaan pelayanan semakin meningkat setiap harinya sehingga antrian pun akan memanjang dan tidak efisien, akibatnya tingkat kepuasan pasien terhadap sistem pelayananpun bisa menurun.

Mitra kami yaitu, RS Geriatri Teja Husada yang berada di kepanjen, Malang merupakan rumah sakit yang sudah memiliki system database namun belum memiliki alat recorder dan identifier. Permasalahan yang sering terjadi ialah sulitnya menangani pasien dalam jumlah banyak sehingga waktu pelayanan administrasi menjadi lama.

Dengan dibimbing Eka Maulana, ST., MT., M.Eng tim yang beranggotakan Habsari Yusrindra Siwi (FK), Fadhyla Widya Puspitasari (FK), Ayu Lestari (FK), Reza Kemal Firdaus (FT), dan Bayu Abi Pamungkas (FT) merancang sebuah alat yang bernama IAR PHD. IAR PHD menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Read More…

econtechLahan hutan tanaman, perkebunan, dan pemukiman yang terus bermunculan menyebabkan menurunnya habitat satwa liar. Hal ini sering memicu konflik antara manusia dan satwa. Menilik hal itu, tiga mahasiswa Universitas Brawijaya yang terdiri dari Ana Bella Dianisma (Elektro ’15), Candra Sabdana Nugroho (Elektro ’16), dan Ahmad Ulil Amin (Peternakan ’16) membuat alat pencegah konflik antara gajah dan manusia. Alat yang disebut dengan E-ConTech (Elephants Conserve Technology) ini dibuat dibawah bimbingan Eka Maulana ST, MT, M. Eng.

E-Contech merupakan sebuah sistem yang dapat mencegah terjadinya konflik antara gajah dengan manusia dengan memanfaatkan frekuensi suara dan bentuk fisik lebah madu. Lebah madu dipercaya dapat mengganggu dan mengusir gajah agar menjauhi permukiman warga.

“Sistem instrumentasi dari ide kami ini terdiri dari dua bagian utama, yang pertama terdapat alat di dekat sarang lebah dan alat yang kedua terletak kurang lebih 8 meter di depan sarang lebah,” ujar Ana saat ditanya mengenai cara kerja E-ConTech. Read More…