Inspiring the World

Eka Maulana, ST., MT., M.Eng

Category : Kreativitas (PKM)

DESFOLA baliAlat pendeteksi potensi bencana alam berbasis android karya mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TE-UB), DESFOLA (Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide), kembali memperoleh penghargaan dari kompetisi inovasi internasional. Kali ini Tim DESFOLA yang digawangi oleh Rizka Sisna Riyanti dan Bagas Priyo Hadi Wibowo dengan bimbingan dosen Eka Maulana, ST., MT., M.Eng berhasil memperoleh penghargaan medali emas di kompetisi The 5th International Young Inventors Awards (IYIA) 2018 yang diselenggarakan di Inna Grand Bali Beach Sanur, Bali, Indonesia, 19 – 22 September 2018. Read More…

DELETE IoTMahasiswa Universitas Brawijaya (UB) lintas fakultas mengembangkan alat Microbial Fuel Cell yang berfungsi untuk mengubah kotoran menjadi listrik. Penelitian ini dikembangkan dalam judul DELETE (Digital Fuel Cell from Human Waste): An Alternative Way to Solve Electrical Energy Crisis by Using IOT/Internet of Things to Implement The SDGs 2030. Pada kompetisi 10th International Exhibition of Inventions and 3rd World Innovation and International Invention Forum 2018 yang diselenggarakan di Foshan, Guangzhou, China, pada 13-15 September 2018, penelitian ini memperoleh 3 penghargaan sekaligus. Read More…

J-ROID UBTim mahasiswa gabungan Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi teknologi dibidang kesehatan yakni berupa jaket yang berfungsi untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Karya ini berhasil memperoleh penghargaan berupa medali emas pada The 10th International Exhibition of Inventions (IEI) & The 3rd World Invention and Innovation Forum (WIIF) 2018 di kota Foshan, China pada tanggal 13-15 September 2018. Tidak hanya medali emas, pada kompetisi yang diikuti oleh 253 tim dari 49 negara ini mahasiswa UB memperoleh penghargaan tambahan yakni penghargaan khusus dari Thailand sebagai inovasi terbaik.

Read More…

Tim SENSORUniversitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi, kali ini dalam ajang kompetisi International Research Innovation, Invention & Solution Exposition (IRIISE 2018) yang diadakan pada tanggal 14-16 Agustus 2018 di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Tim perwakilan dari UB ini berhasil  mendapatkan penghargaan spesial berupa Silver Medal dengan inovasinya, SENSOR (Smart Energy From Milk Sortation).

Terciptanya karya tersebut dilatar belakangi oleh kurang dimanfaatkannya susu sortasi yang melimpah di daerah Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Di daerah ini susu sortasi hanya digunakan untuk kripik susu. Pengolahannya pun sangat sederhana karena hanya untuk cemilan sehari-hari sehingga dirasa kurang menguntungkan. Read More…

iar-phdEra perkembangan transformasi yang semakin pesat, pelayanan pasien di fasilitas kesehatan juga mengalami transformasi yaitu dari era manual menjadi era digital. Akan tetapi, sebagian besar rumah sakit di Indonesia belum menetapkan standar dan kebijakan teknologi informasi, hal ini menyebabkan pelayanan yang terbatas. Padahal permintaan pelayanan semakin meningkat setiap harinya sehingga antrian pun akan memanjang dan tidak efisien, akibatnya tingkat kepuasan pasien terhadap sistem pelayananpun bisa menurun.

Mitra kami yaitu, RS Geriatri Teja Husada yang berada di kepanjen, Malang merupakan rumah sakit yang sudah memiliki system database namun belum memiliki alat recorder dan identifier. Permasalahan yang sering terjadi ialah sulitnya menangani pasien dalam jumlah banyak sehingga waktu pelayanan administrasi menjadi lama.

Dengan dibimbing Eka Maulana, ST., MT., M.Eng tim yang beranggotakan Habsari Yusrindra Siwi (FK), Fadhyla Widya Puspitasari (FK), Ayu Lestari (FK), Reza Kemal Firdaus (FT), dan Bayu Abi Pamungkas (FT) merancang sebuah alat yang bernama IAR PHD. IAR PHD menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Read More…

econtechLahan hutan tanaman, perkebunan, dan pemukiman yang terus bermunculan menyebabkan menurunnya habitat satwa liar. Hal ini sering memicu konflik antara manusia dan satwa. Menilik hal itu, tiga mahasiswa Universitas Brawijaya yang terdiri dari Ana Bella Dianisma (Elektro ’15), Candra Sabdana Nugroho (Elektro ’16), dan Ahmad Ulil Amin (Peternakan ’16) membuat alat pencegah konflik antara gajah dan manusia. Alat yang disebut dengan E-ConTech (Elephants Conserve Technology) ini dibuat dibawah bimbingan Eka Maulana ST, MT, M. Eng.

E-Contech merupakan sebuah sistem yang dapat mencegah terjadinya konflik antara gajah dengan manusia dengan memanfaatkan frekuensi suara dan bentuk fisik lebah madu. Lebah madu dipercaya dapat mengganggu dan mengusir gajah agar menjauhi permukiman warga.

“Sistem instrumentasi dari ide kami ini terdiri dari dua bagian utama, yang pertama terdapat alat di dekat sarang lebah dan alat yang kedua terletak kurang lebih 8 meter di depan sarang lebah,” ujar Ana saat ditanya mengenai cara kerja E-ConTech. Read More…

osyPenerapan teknologi sangat dibutuhkan dalam pemberdayaan masyarakat utamanya untuk kesejahteraannya. Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan penerapan teknologi di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah disana. Bekerjasama dengan Kelompok Tani Mulyo mereka berusaha mengenalkan teknologi terbarukan.

Tani Mulyo merupakan kelompok tani yang membudidayakan bawang merah dan menjadi penghasil bawang merah terbesar di kabupaten kediri. Dalam lahan seluas 100 RU atau sekitar 2000 ha, petani dapat menghasilkan 2 Ton bawang merah sekali panennya.

Namun produksi yang melimpah ini tidak diimbangi dengan pengolahan pasca panen yang baik sehingga terjadi banyak kerusakan pada bawang merah dikarenakan kadar air yang terkandung dalam bawang belum dihilangkan seluruhnya. Masyarakat Desa Sekoto ini masih mengandalkan cara tradisional dalam penanganan pasca panen, yaitu pengeringan di bawah cahaya matahari. Read More…

The Maticgator (Automatic Turtle Egg Incubator) Team of Universitas Brawijaya (UB) successfully won the achievement in International Engineering Invention & Innovation Exhibition (i-Envex 2018) Universiti Malaysia Perlis on 11-15 April 2018. The team managed to bring home Double Gold Award and Special Award from Korea for its innovation in the field of Environmental Machines and Equipment.

Led by Firmansyah Putra Satria (Electrical Engineering 2015), Vani Dwi Febrian (Vocational 2016), Vita Lutfiah (Vocational 2016), and Vinna Agustina Winata (FIB 2016) all teams leave for Malaysia for presentation. Under the guidance of Ir. Sukandar MP IPM they compete with 300 research teams and innovators across the continent, including Indonesia, Malaysia, Uni Arab Emirates, Poland, Korea, Philippines, and Taiwan, Cambodia, United Kingdom, Vietnam, USA, Taiwan, Thailand, and Romania Read More…

workshop IoT HMEDivisi Mikrokontroler Workshop Himpunan Teknik Elektro (HME) Universitas Brawijaya (FT-UB) menyelenggarakan Seminar & Training Internet of Things (IoT) untuk umum.  Mengusung tema Real Time Applied Science with IoT, acara berlangsung di Ruang sidang Teknik Mesin (FTUB) selama dua hari, 24-25 Maret 2018.

Hadir membuka acara keempat rangkaian Dies Natalis HME FTUB Ke-38 ini, Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro FTUB, Ali Mustofa, ST., MT. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan pengenalan tentang mikrokontroler dan peripheral lainnya serta seminar. Seminar dengan tema “IoT for Future Technology” disampaikan oleh Eka Maulana ST, MT, M.Eng., dosen sekaligus praktisi elektronik dan otomasi. Read More…

Bee venom is believed to have efficacy in medicine and beauty. Some are using bee venom as an alternative medicine to cure cancer or use it as cosmetic ingredients. The conventional harvesting of bee venom by killing the bee itself is not very effective.

Taking that into account, Ariq Kusuma Wardana (Electrical Engineering FT) with his three friends; Muhaammad Khuzain (Electrical Engineering FT), Mohammad Euro Anwarudin (FAPET), and Guruh Prasetyo (FAPET) created B-VETRACE (Bee Venom Harvester Device), an Innovative Bee Venom Removal Tool with Wave Electrical Method Integrated with Solar Cell.

Guided by Eka Maulana, ST., MT., M.Eng., the team made this tool to be self-generating energy, that is by utilizing solar cell. “We use the solar cell to run the B-VETRACE system, Basically the tool will emit a certain sound so that the bee thinks of it as a predator so that the bees will release venoms that will be accommodated on the collector in the tool,” said Team Leader Ariq. Read More…