Inspiring the World

Eka Maulana, ST., MT., M.Eng

Category : Event

Robot Universitas Brawijaya 2015

Tim Robot Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) berhasil meraih prestasi pada Kontes Robot Nasional Indonesia 2015 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 11-14 Juni 2015. Read More…

Liputan TV-one

0.1 Eka TV1 00.1 Eka TV1 2

0.1 Eka TV1 30.1 Eka TV1 4

Bersaing di pasar bebas  ASEAN dan China 2015, Indonesia dituntut untuk mengeksplorasi segala sumberdaya yang dimiliki lintas bidang. Salah satu bidang yang memegang pengaruh penting dalam persaingan global ini adalah bidang elektroteknik yang erat kaitannya dengan teknologi dan aplikasinya pada masyarakat. Dengan latar belakang ini Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri  Institut  Teknologi  Sepuluh  Nopember  Surabaya  (HIMATEKTRO  FTI ITS)  menyelenggarakan  LCEN  XVIII  (Lomba  Cipta  Elektroteknik  Nasional  ke-18)  dalam  rangka  ikut  serta  mengembangkan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi, mengeksplorasi  kreativitas  pelajar,  mahasiswa,  dan  kalangan  akademisi  serta menciptakan  kesinergisan  dengan  pemerintah  dan  pelaku  industri  agar  dapat meningkatkan  peran  dan  sumbangsih  Indonesia  dalam  perkembangan  bidang elektroteknik. Dalam Kompetisi ini salah satu perwakilan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) meraih juara 3 dalam kategoriBiomedic yaitu Tim MicroUB1.

Dalam acara ini cakupan peserta yang ditarget cukup luas. Terdapat kompetisi elektroteknik untuk 3 kategori yaitu Pelajar, Mahasiswa, dan Umum. Pada  Kelas Pelajar terdapat satu kategori lomba,  yaitu Kategori Applied Electronic sedangkan Kelas Mahasiswa terdapat tiga kategori lomba;  Kategori Green Energy Inovation, KategoriMedical Electronic & Assistive technology dan Kategori Industrial Automation & Electronics. Dikelas umum; Kategori Telekomunikasi Multimedia dan Informatika. Dalam kompetisi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) mengirim 2 delegasi; Tim SSCFB dengan anggota M. Nurdin Islam, Rifki Pratama, dan Muhammad Wildan. Tim kedua; Tim MicroUB1: Bayu Satya N,  Abdul Roqib, dan M. Ilham Akbar (e’12).

Sumber: FT-UB

Menang Kontes Robot, Wakili Jawa Timur ke Nasional

Senin (5/5), bertempat di Ruang Pertemuan Lt. 7 Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Tim Robotik Jurusan Teknik Elektro (TE) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) dikumpulkan setelah menjadi juara umum kedua even tahunan yang diadakan Dinas Pendidikan Tinggi Indonesia Regional IV, Kontes Robot Indonesia (KRI) 2014 1-4 Mei 2014 lalu. Tim yang terdiri dari 33 orang ini bersama dengan Dekan FT Prof. Dr. Ir Mohammad Bisri, MS diundang untuk melakukanpress conference bersama beberapa harian regional. Ditemani Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, Ketua Jurusan TEUB, dan dosen pembimbing robotic Eka Maulana, ST., M.Eng, tim menceritakan pengalamannya meraih prestasi ini.

Dilansir, Abu Ismail, Ketua Divisi Robotika TEUB, total perolehen juara UB pada kontes ini ada enam, sekaligus membuat UB menjadi juara umum kedua dibawah Insitut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang membawa pulang tujuh gelar. Keenam gelar ini didapatkan dari 4 kategori dari 5 kategori yang dilombakan. Keempatnya adalah: Kontes Robot ABU Indonesia, Kontes Robot Pemadam Api (KRAI) kategori Beroda, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) sedangkan pada Kontes Robot, Pemadam API (KRAI) Kategori Berkaki tim UB belum meraih juara.

3 robot tim UB menyumbang piala antara lain; Juara 3 Robot Abu Lysander yang juga menjadi Pemenang Strategi terbaik. Pada ketegori KRAI ketegori beroda meraih Pemenang Desain Terbaik yaitu robot Afuza dari UB.pada kategori KRSBI Enbios menjadi Pemenang Harapan sedangkan prestasi tertinggi diraih robot ZAHFRA&ZAHIRAH yang menarikan tari Legong Keraton asal Bali dengan sinkron meraih juara 1 dan pemenang desain terbaik.

sumber: FT-UB

Robot-Robot UB dan UMM Naik Kelas

 SURYA Online, MALANG – Dua perguruan tinggi di Malang ‘naik kelas’ dalam kompetisi Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional IV di Universitas Negeri Malang yang berlangsung mulai Kamis (01/05/2014) hingga Sabtu (04/05/2014). Mereka mencatat sejarah baru dalam hal perbendaharaan juara.

Dua perguruan tinggi ini adalah Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Masing-masing mendapat juara sebanyak enam buah untuk UB,  UMM mendapat tiga buah, dan Polinema mendapat satu buah.

“Seluruh kategori yang kami ikuti mendapat juara. Selain itu prestasi seluruh tim robot juga mengalami peningkatan,” kata salah satu Dosen pembimbing tim robotik UB, Eka Maulana ST MT Meng pada SURYA, Minggu.

Pada tahun ini, kata Eka, UB mengikuti empat dari lima kontes robet yang dipertandingkan dalam KRI Regional IV. Keempat kategori ini adalah Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), dan Kontes Robot Pemadam Api (KRPAI) kategori Beroda.

Untuk kategori KRAI dan KRPAI Beroda, UB berhasil menaikkan posisi peringkat mereka dalam perolehan juara. Ditahun sebelumnya UB mendapat juara harapan untuk dua kontes robot ini.

Sementara untuk KRSBI, UB juga berhasil melejit dengan menjadi pemenang harapan. “Kami baru pertama kali ikut KRSBI ini,” kata Eka.

Sementara untuk KRSI, dosen Teknik Elektro UB mengaku puas dengan performa tim robotik ZAHFRAZAHIRAH. Tim ini bisa mempertahankan posisi pertama dalam kontes robot yang disebut-sebut banyak tim sebagai kontes tersulit ketimbang kategori lainnya.

“Kemampuan robot kami sebenarnya baru 80 persen. Belum sempurna betul semuanya, karena itu di kontes selanjutnya, kontes nasional, kami akan memperbaiki performance seluruh robot yang kami gunakan,” kata Eka yang kala itu didampingi Dosen Pembimbing Robot ZAHFRAZAHIRAH, Goegoes Dwi Nusontoro ST.


sumber: Surya Online

Daftar pemenang KRI 2014 Regional IV

Poster QIDIR (Qiblah Direction Finder)

Berikut Poster QIDIR (Qiblah Direction Finder): Devais penunjuk arah kiblat untuk tuna netra.

L

Paper

Berikut materi yang telah disampaikan di UMK Kudus dalam acara ToT Pelatihan Karya Ilmiah 9 Maret 2014. download materi PPT disini.

PKM GT dan AI FTUB 2014

berikut informasi PKM GT dan AI untuk FTUB 2014 MABA dan MALA.

pkm GT-AI Maba Mala

download pengumuman (pdf)

 

KYUBI Juara 1 SOI Asia

Setelah beberapa waktu yang lalu berhasil meraih penghargaan sebagai  1st Place ESPRIEX BMC 2013 International Category di ajang ESPRIEX Business Model Competition 2013, Kill Your Bacteria (KYUBI) kembali mengukir prestasi di ajang internasional bertajuk SOI Asia Business Plan Contest 2013. Tim yang yang terdiri dari Fahad Arwani (Elektro FTUB), Reno Muktiaji Herdhiansyah (Elektro FTUB), Kalvin W. M. (Elektro FTUB), Yanuar Linggar (Elektro FTUB), dan M. Fahri Akbar (Ekonomi Pembangunan FEUB) ini berhasil keluar sebagai juara 1 di ajang SOI Asia Business Plan Contest 2013 yang diselenggarakan oleh SOI Asia Platform Bisnis LLP yang bergerak di bidang bantuan pengusaha, dan didukung oleh Keio University Jepang. Tim Kyubi berhasil menyisihkan finalis dari universitas-universitas terkemuka seperti Institut Teknologi Bandung, University Sains Malaysia, University Computer Science Yangon (Myanmar), dan Keio University (Jepang).

Tim Kyubi mempresentasikan alat yang berfungsi untuk membasmi Methicillin-resistantStaphylococcus aureus (MRSA) pada luka diabetes. Namun yang membedakan dari sebelumnya, kali ini KYUBI dikembangkan melalui pemanfaatan antena dalam alat ini. “Kita coba kembangkan alat ini dengan antena sehingga cukup dengan radisasi saja sudah dapat membunuh bakteri. Diharapkan dengan mengobati tanpa menyentuh objek yang diderita dapat membantu secara psikologis pasien yang takut dengan kejutan listrik,” tukas ketua tim KYUBI Fahad Arwani.

KYUBI sendiri dikembangkan melalui riset mahasiswa dan bimbingan dosen lintas fakultas (FTUB, FKUB, FEUB). “Ide awalnya sehingga berkembangnya alat ini berasal dari Dr. Syahrul Chilmi dari FKUB, dia mengadakan riset mengenai bakteri MRSA mulai tahun 2006,” tambahnya.

Dengan tenaga baterai 9 Volt, cukup dengan 5 menit KYUBI diklaim bisa membasmi bakteri MRSA hingga 100 % bila disentuh langsung dengan obyek yang diderita. “Dengan antena masih dalam tahap pengujian, radiasi yang optimal masih kita ukur. Namun kita optimis, dengan ketelatenan hasil yang diharapkan akan segera tercapai,” ujar mahasiswa angkatan 2010 ini.

Dalam business plan yang dibuat, biaya produksi dari alat ini menghabiskan sekitar 50-70 US dolar dan dipasarkan dalam range 400 US Dolar.

“Penyusunan proposal dimulai bulan November 2013 yang lalu. Kami presentasi tanggal 18 Desember 2013 via video conference difasilitasi oleh PPTI UB dan pemenang diumumkan tanggal 8 Januari 2014. Dengan memenangi ajang ini, kami berkesempatan untuk mengunjungi Keio University Jepang. Disana kita ingin belajar mengenai financial accounting-nya lebih dalam lagi. Bila ada kesempatan lebih, kami ingin memperdalam ilmu antena-nya di Chiba University Jepang,” tambah mahasiwa Elektro Konsentrasi Telekomunikasi ini.

Nama KYUBI terinspirasi dari rubah berekor sembilan yang melegendaris di Jepang. Kyubi bekerja dengan cara ‘menyetrum’ bakteri MRSA dan dikombinasikan dengan obat antibiotik. “Dengan listrik, lapisan pelindung sel bakteri akan melemah sehingga obat antibiotik yang diberikan dapat lebih efektif membunuh bakteri tersebut,” pungkasnya.(andi/emis)

Berikut materi seminar Nanoteknolgi yang diselenggarakan oleh BNC (Brawijaya Nano Club) dan NWI (Nano World Indonesia) di Universitas Brawijaya Malang 21 Desember 2013. Download Materi Seminar Nanotechnology – Eka Maulana .