Inspiring the World

Eka Maulana, ST., MT., M.Eng

Mengabadikan Gerhana Matahari 2016

Universitas Brawijaya, Malang tidak ketinggalan melakukan pengamatan momen langka gerhana matahari total yang terjadi pada 9 Maret 2016. Tim Astrofotografi UB sudah menyiapkan peralatan dan berhasil mengabadikan fenomena alam yang hanya terjadi satu kali dalam 360 tahun itu. Tim UB  telah menyiapkan dua teleskop untuk pengamatan gerhana matahari total, dimana salah satu teleskop tersebut merupakan teleskop astrophotography merk Losmandy tipe refraktor. Teleskop tersebut merupakan jenis teropong yang juga digunakan oleh astronom terbaik dunia, Thierry Legnutt dan Martin Efsaser seorang astrofotografer kelas dunia dari Prancis yang pernah menerima penghargaan dari NASA Amerika Serikat.

Teropong teleskop yang dimiliki sejak 2014 ini digunakan untuk mengamati dan memotret gerhana matahari yang sudah difilter 90% sehingga image  yang ditangkap langsung ditransformasikan menjadi data visual di komputer dengan  software khusus. Sebelumnya tim Astrofotografi UB bersama dengan Astronomy Physic Club (APC) juga mengadakan simulasi sebelum hari-H menggunakan software Stellarium sehingga pada saat pengamatan didapatkan hasil yang cukup presisi antara simulasi (hisab) dan pengamatan langsung (rukyat) menggunakan teleskop tersebut.

Wilayah Malang dan daerah sekitarnya mulai gerhana terjadi pada pukul 06.21 WIB lewat 14 detik. Tengah gerhana (dimana matahari, bulan, dan bumi menjadi satu garis) yang ditunggu-tunggu jatuh pada pukul 07.25 WIB lebih 21 detik dengan persentase gerhana yang dapat terlihat sebesar 83%. Sedangkan akhir gerhana terjadi pada pukul 08:38 WIB lebih 32 detik, sehingga durasi waktu gerhana bukan hanya beberapa menit, melainkan tepat dua jam, 17 menit, 17 detik. Sumber: FTUBMedia Malang

Tim telah mengabadikan momen langka gerhana matahari dalam beberapa gambar berikut:

Potret Gerhana by purwanto UB

Potret gerhana by m.aswin

Potret gerhana by Tim Astro UB

 

Sementara itu dalam kesempatan langka ini, sivitas akademika UB juga mengadakan sholat Gerhana (kusuf) dengan penuh hidmat di Masjid Raden Patah dan Musholla FTUB sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Seusai sholat gerhana, juga disampaikan khutbah singkat yang penuh makna. Dalam khutbah tersebut disampaikan beberapa pesan penting terkait dengan fenomena gerhana sebagai pelajaran (ibrah) bagi umat manusia.

Pesan Khotib dalam khutbah sholat gerhana (kusuf) tersebut antara lain:

  1. Wasiat taqwa kepada Allah SWT kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun.
  2. Fenomena Gerhana Matahari atau gerhana bulan tidak ada hubungannya dengan kelahiran atau kematian seseorang.
  3. Terjadinya Gerhana  merupakan salah satu  ayat kauniyah sebagai peringatan bagi manusia atas Kekuasaan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
  4. Gerhana merupakan peristiwa alamiah yang menyimpan fakta ilmiah dan setiap peristiwa mengandung hikmah, barangsiapa mendapat hikmah sungguh mereka Diberikan kebaikan yang banyak.
  5. Saat terjadi gerhana, Rosulullah memerintahkan agar kita berdoa dan melaksanakan Sholat Gerhana.

Beberapa hal yang sangat dianjurkan dan perlu dilakukan dalam menyikapi fenomena gerhana adalah dengan:

  1. Sholat Gerhana secara berjamaah.
  2. Mendengarkan khutbah setelah sholat gerhana, banyak berdzikir dan berdoa.
  3. Beristigfar dengan senantiasa memohon ampun atas segala dosa.
  4. Banyak bersedekah dan berbagi kebaikan dengan sesama.

“Sebagaimana gerhana matahari ditandai tertutupnya cahaya matahari oleh bulan, begitulah gerhana hati-terjadi jika kebenaran tertutup oleh ego/ ananiyah dalam diri. Jika gerhana matahari berakibat redupnya cuaca di siang hari, begitupula gerhana hati-menimbulkan gelapnya jiwa di tengah kepintaran diri.” dibawah bimbingan Sang Guru Jati

Semoga Bermanfaat.

 

peta gerhana 2016

Tim Kontributor: Rudy Yuwono, Purwanto, M Aswin, M Fauzan, Eka Maulana, Ardiansyah, Dedy, Affandi (APC)

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*