Inspiring the World

Eka Maulana, ST., MT., M.Eng

Robot Universitas Brawijaya 2015

Tim Robot Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) berhasil meraih prestasi pada Kontes Robot Nasional Indonesia 2015 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 11-14 Juni 2015.

Dari 5 kategori yang dipertandingkan, FT-UB mengirimkan 3 tim untuk tiga kategori, Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI), Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), dan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI).

Untuk kategori KRSI, tim yang digawangi oleh Septian Gusonela, Ronny Ari Setiawan, Rizki Firmansyah, dan Surya Agung K ini berhasil keluar menjadi juara II dengan menyisihkan 18 peserta. Keluar menjadi Juara I adalah PENS-ITS Surabaya dan Juara III ITT Telkom Bandung. Robot Azka dan Azra ini juga memperoleh penghargaan sebagai Tim Robot dengan Desain Artistik Terbaik.

Pada kategori KRAI, tim bimbingan Eka Maulana, ST., MT., M.Eng harus puas diposisi ketiga dibawah ITB Bandung dan Politeknik Negeri Batam. Robot INVICTO hasil disain Fikrul Jihad (Ketua Tim), Agus Satrio, Hasyim Asyhari, Ainun Azhar (Mekanik), Dicka Andityo (Mekanik), dan Arfai Fachrol (Mekanik) harus bertarung dengan 28 robot lainnya.

Sementara itu, Ricky Insani, Brian Reza, dan Sofyan Andika yang berjuang di kategori KRPAI  dengan Robot ALTAMIS, berhasil masuk 8 besar dari 25 peserta lainnya.

Manajer tim KRAI Fadianto Mirza mengungkapkan bahwa prestasi  yang diraih merupakan buah kerja keras setelah meningkatkan kemampuan tim di bidang teknis. Tidak tanggung-tanggung, agar lebih termotivasi, anggota  yang baru masuk diberi tanggung jawab yang sama dengan anggota lama.

Job anggota baru setara dengan anggota yang akan ikut lomba, sehingga mereka tidak canggung lagi pada saat kontes,” tukas Mirza.

Tim KRAI sendiri telah membuka rekrutmen baru untuk persiapan lebih dini menghadapi kontes robot nasional tahun depan. Hal ini tidak lepas dari target mereka untuk menembus kontes robot internasional di tahun berikutnya.

Mengenai kebutuhan tim, Fadianto Mirza berharap dapat menambah komponen-komponen otomatis dan semi-otomatis pada robot yang selama ini masih menggunakan komponen manual. “Kita sangat terbuka dengan bantuan universitas dan fakultas. Siapa tahu dengan prestasi kita saat ini bantuan yang diberikan lebih diperbesar,” ujar mahasiswa angkatan 2011 tersebut.

Sementara dari ajang KRSI, tim menambahkan stabilitas dan ketahan pada robot yang mereka rancang.  Kualitas gerakan juga ditambah dengan cara mengganti motor lama yang telah berumur 2 tahun. “Sekarang jalannya sudah lurus dan kokoh,” kata anggota tim Ronny Ari S.

Yang membanggakan, lanjut Ronny, dari 4 besar juara nasional KRSI, hanya tim dari UB yang mengerjakan komponen mekanik secara manual. Sementara tim-tim yang lain menggunakan peralatan lebih canggih semacam Computer Numerical Control  (CNC) dan 3D Printer.

“Dari hasil sharing selama pertandingan, mereka kagum ternyata dengan pengerjaan kita yang secara manual hasilnya sudah bagus. Namun kelemahannya adalah waktu pengerjaan kita jadi lebih lama yang tentunya mengurangi skor waktu persiapan,” jelasnya. (and)

sumber: FT-UB

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*