Inspiring the World

Eka Maulana, ST., MT., M.Eng

LAKBAN Maju di Tingkat Internasional

Pantang menyerah dalam mengembangkan teknologi demi keselamatan pengguna angkutan umum membawa tim Alat Kontrol Bagi Supir Bus yang Nakal (LAKBAN) lolos dalam kompetisi The 2nd International Innovation, Design and Articulation (i-IDeA2014). Acara yang akan diadakan di Universiti Teknologi Mara (UiTM Perlis) (16-19/9) dihadiri  158 peserta lintas benua antara lain Mexico, Thailand, Singapura dan Malaysia. Tim dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (TE- FTUB), ini akan berkompetisi di kategori Satellite Event C for undergraduate and postgraduate participant.

Tim LAKBAN sendiri terdiri dari Mirza Asrofi, Muhamad Irham Ma’ruf, Abdurrahman Syah, Muhammad Hizba Afdhaluddi, dan Dony Hendra Lesmana dengan  pembimbing Ir. Nurussa’adah,MT dan Eka Maulana ST, M.Eng. Disebut pantang menyerah karena tahun lalu LAKBAN sempat menjadi finalis seleksi Program Kreativitas Mahasiswa- Karsa Cipta dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2013, tetapi belum mendapatkan prestasi. Kali ini dengan upgrade kualitas seperti database yang lebih detail dan pengajuan Proses Paten melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (LPPM) UB, Tim LAKBAN yakin dengan performansi alatnya mampu meraih pengakuan internasional.

Sebagai isu yang diangkat, Tim LAKBAN tergugah terhadap kenyamanan pengguna kendaraan umum, terutama bus. Tim ini mendapatkan ilham untuk mengurangi rasa tidak nyaman penumpang karena pengemudi bus yang sering mengendarai busnya dengan kecepatan tinggi. Tercatat bahwa jumlah kecelakaan bus yang paling utama adalah karena mengemudi dengan kecepatan tinggi. Tim langsung memulai riset perbandingan melalui browsing data  mengenai pengendalian kecepatan kendaraan umum di beberapa negara seperti Amerika dan beberapa Negara di benua Eropa. Setelah itulah baru LAKBAN hadir menjadi pilihan solusi  memperketat keamanan pengguna kendaraan umum massa yang dirasa cocok dalam konteks masyarakat Indonesia.

LAKBAN sendiri adalah alat yang dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS) untuk memonitor laju bus dan membunyikan peringatan bila laju bus melewati ambang batas kecepatan yang distandarkan sekaligus juga mengirimkan data kepada perusahaan penyedia jasa bus mengenai pelanggaran tersebut. Data yang dikirimkan pun cukup akurat menggunakan teknologi GPS sehingga terlampir posisi dan waktu pengemudi bus melanggar ambang kecepatan.  Diharapkan dengan adanya alat ini dipasang pada armada bus yang beroperasi akan meningkatkan kesadaran pengemudi akan keselamatan pengguna. Tidak hanya pengendara, penggunapun digugah untuk peduli dengan cara memperingatkan pengendara jika muncul alarm ambang kecepatan.

Ditanya mengenai kesiapannya dalam IDEA 2014 Abdurrahman sebagai ketua tim menjawab persiapan di kampus dalam menyempurnakan alat dan berkonsultasi dengan dosen dilakukan hampir tiap hari, bahkan tetap berjalan sepanjang liburan semester ini. “Kami yakin dengan alat yang kami buat dan mengharapkan hasil yang terbaik dari Allah SWT,”katanya. (emis/Oky)

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*