Inspiring the World

Eka Maulana, ST., MT., M.Eng

Robot Ababil dari Teknik Elektro Universitas Brawijaya berhasil menjuarai Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2007, yang diselenggarakan pekan silam (7/6-10/6) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS).

Tim Robot “Ababil” dalam Press Conference

Tim “Ababil” yang beranggotakan tujuh orang meliputi M Fitrah Rahmatullah (Teknik Elektro angkatan 2004), Robby Tawakal (Teknik Elektro angkatan 2004), Dedy Febriatmoko (Teknik Elektro angkatan 2003), Eko Setiawan (Teknik Elektro angkatan 2005), Eka Maulana (Teknik Elektro angkatan 2004), Anita Kusuma Dewi (Teknik Elektro angkatan 2003) dan Lia Kusuma Dewi (Teknik Elektro angkatan 2003) ini menyabet Juara I KRCI 2007 Divisi Senior Beroda untuk Robot Cerdas Pemadam Api.
Robby Tawakal menjelaskan, sebelum berkompetisi mereka telah mempersiapkan diri selama enam bulan. Dimulai dari pembentukan tim dan riset, sampai akhirnya menerima standar untuk KRCI 2007 dari Trinity College USA pada bulan Oktober 2006. Kendala utama yang dihadapi tim ini, diungkap oleh Robby adalah masalah dana, waktu, serta belum adanya tempat atau laboratorium khusus untuk riset robot. “Secara swadana, kami berhasil mengumpulkan sekitar Rp 6 juta”, ungkapnya. Selain itu, ia juga menceritakan susahnya mencari waktu untuk mengerjakan robot ini karena berbarengan dengan jadwal kuliah. “Kami sering mencari waktu luang untuk mengerjakan robot ini, bahkan waktu efektifnya hanya malam hari. Terutama programer, dia hanya tidur empat jam tiap malam”, celetuk salah seorang anggota tim, Dedy Febriatmoko. Selain itu, pihaknya juga mengeluhkan belum adanya tempat khusus untuk riset robot.


Kombinasi Tiga Sensor
Dijelaskan lebih lanjut, “Ababil” merupakan kombinasi tiga variabel teknologi utama yaitu pemanfaatan sensor ultrasonik yang digunakan supaya robot tidak menabrak dinding, sensor UV-tron yang digunakan sebagai sensor api serta kompas digital yang digunakan untuk belok ke kanan dan ke kiri. Ketika mengoperasikan robot ini, tim Ababil mengaku sempat panik. Pasalnya, dari tiga kesempatan trial, Ababil sempat gagal pada kesempatan trial pertama. “Pada waktu itu, lima tim unggulan di antaranya PENS-ITS berhasil lolos, sehingga seketika itu juga kami langsung mengubah strategi”, ujar Robby. Perubahan strategi ini rupanya menguntungkan tim Ababil yang langsung melejit masuk posisi enam besar bahkan meraih best score timeselama 4,1 detik untuk mematikan lilin, walaupun belum berhasil kembali ke home. Baru pada kesempatan trial ketiga, Robby menceritakan berhasil melejit ke posisi pertama karena berhasil mematikan lilin dan kembali ke home. “Kami sukses mematikan lilin dan kembali ke home setelah melewati berbagai rintangan, di antaranya naik turun tangga, balok tabung, ‘polisi tidur’, cermin,sound damper serta RAMP”, ujar Robby bangga.
Ababil, yang memiliki desain roda seperti motor tank ini menggunakan kipas untuk memadamkan api dengan penggerak menggunakan motor gearbox satu pasang 12 volt sejenisbattery charger. Atas prestasi ini, tim Ababil mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 3 juta rupiah dan bantuan transportasi. “Untuk pemenang KRCI tahun ini belum bisa diberangkatkan mengikuti kompetisi ke USA, tapi Dirjen Dikti berjanji akan mengusahakan agar tahun depan bisa diikutkan dalam kompetisi di negeri Paman Sam tersebut”, ungkap Robby yang juga aktif di workshop robot.

Tim Robot UB KRI-KRCI 2007

Untuk kompetisi KRI dan KRCI 2008 mendatang, yang rencananya akan diselenggarakan di ITB Bandung, tim yang dibimbing Ir Primantara HT MSc ini akan berusaha meningkatkan kelas divisinya serta membentuk kelompok baru untuk kelas robot berkaki. “Rencananya kami akan memasang rotary serta pendeteksi jalan dengan meng-up date sensor gerakan”, ujar Deddy yang juga disepakati timnya. Diwawancarai secara terpisah, Pembantu Rektor III Ir Ainurrasyid MS menyatakan sangat bangga pada kesempatan kali ini Unibraw meraih salah satu juara dalam divisi KRCI setelah delapan kali berturut-turut belum pernah berprestasi maksimal. “Atas prestasi ini, mahasiswa akan mendapatkan pembebasan SPP selama satu semester serta akan mendapatkan beasiswa bagi yang belum pernah”, ujar PR-III. Selain itu, ia mengatakan akan mengusahakan agar secepatnya dibangun laboratorium robotika di Fakultas Teknik. [nok]

Sumber: Prasetya

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*